Social Icons

Tampilkan postingan dengan label Tokoh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tokoh. Tampilkan semua postingan

Selasa, 26 Maret 2013

Quote "Jalaluddin Rumi"

Karena cinta duri menjadi mawar Karena cinta cuka menjelma anggur segar?
Karena cinta pahit berubah menjadi manis, karena cinta tembaga berubah menjadi emas. Karena cinta ampas berubah jadi sari murni, karena cinta pedih menjadi obat. Karena cinta kematian berubah jadi kehidupan, karena cinta raja berubah menjadi hamba.
Air berkata kepada yang kotor, "Kemarilah." Maka yang kotor akan berkata, "Aku sungguh malu." Air berkata, "Bagaimana malumu akan dapat dibersihkan tanpa aku?"
Pilihlah Cinta. Ya, Cinta! Tanpa manisnya Cinta, hidup ini adalah beban. Tentu engkau telah merasakannya
Yang menjadi sasaran cinta bukanlah bentuk-apakah itu cinta untuk kepentingan dunia ini atau untuk akhirat
Bila sakit karena cinta menambah keinginanmu, bunga-bunga mawar dan lili mengisi taman jiwamu
Ketahuilah, apapun yang menjadikanmu tergetar, itulah Yang Terbaik untukmu! Dan karena itulah, Qalbu seorang pecinta-Nya lebih besar daripada Singgasana-Nya.
Sejak kudengar tentang dunia Cinta, kumanfaatkan hidupku, hatiku dan mataku di jalan ini. Aku pernah berpikir bahwa cinta dan yang dicintai itu berbeda. Kini aku mengerti bahwa keduanya sama
Ketika aku jatuh cinta, aku merasa malu terhadap semua. Itulah yang dapat aku katakan tentang cinta

Kamis, 21 Maret 2013

Syaikh Ibnu Aththoillah #1

“Ilmu yang bermanfaat adalah yang sinarnya melapangkan shudur (dada), dan membuka hijab qalb (hati). Sebaik-baik ilmu tersebut, yang disertai oleh rasa takut (al-khasya’) kepada Allah SWT. Jika ilmu itu disertai rasa takut kepada Allah menguntungkanmu, jika tidak, itu bahaya bagimu.”

Syekh Fadhlala Haeri ra. mensyarah sbb:
Ilmu adalah sumber kekuatan. Jika kita tidak mendekatinya dengan sikap yang benar, ia akan membuat kita menderita dan menguasai kita. Kita hendaknya memiliki kepekaan, kesadaran, kewaspadaan, dan kehati-hatian agar kita dapat mengambil manfaat dari ilmu sejati.

Sedangkan kehidupan kita terbatas sesuai dengan jumlah hari kita hidup dan kesempatan yang datang. Sekali kita mengabaikan satu peluang besar, ia takkan pernah datang lagi. Terdapat siklus dan titah (amr) yang alamiah. Jika kita tidak menyikapinya dengan tepat, maka siklus dan titah itu niscaya melindas kita.

Sedangkan Ustadz Salim Bareisy ra. memberikan syarahnya sbb:
Ilmu yang bermanfaat itu ma’rifat (mengetahui) Dzat, Sifat, Asma dan Af’al (Perbuatan) Allah SWT. Juga mengerti bagaimana mengabdi (ubudiyyah) kepada Allah Ta’ala serta beradab (santun) terhadap-Nya.

Nabi Daud as. berkata, “Ilmu di dalam shudur (dada) bagaikan lampu di dalam rumah.”

Imam Malik bin Anas ra. berkata,
“Bukanlah ilmu itu kepandaian atau banyak meriwayatkan, tetapi ilmu itu adalah nur (cahaya) yang diturunkan Allah ke dalam qalb (hati) hamba-Nya. Dan bermanfaatnya ilmu itu untuk mendekatkan (taqarrub) manusia kepada Allah dan menjauhkannya dari kesombongan diri.”

Junaid al-Baghdadi ra. berkata, 
“Ilmu adalah mengenal Rabb-mu dan tidak melampaui kedudukan dirimu (yakni menyadari kehambaanmu).”

Firman Allah SWT:
“Sesungguhnya yang sungguh-sungguh takut kepada Allah (yakhsyallaha) dari para hamba itu, hanya al-ulama (orang-orang yang berilmu/arif.” (QS. Fathir 35:28)

Rasulullah saw. bersabda,“Orang yang menuntut ilmu (tentang Allah) itu Allah jamin rezekinya.”

Rasulullah saw. juga bersabda,”Sesungguhnya para Malaikat meletakkan sayapnya pada orang yang menuntut ilmu, karena gemar pada apa yang dituntutnya. Kemudian Rasulullah saw berlindung kepada Allah,”Allahumma inni a’uudzu bika min ilmin laa yanfa’ (Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat).

” Ilmu yang tidak bermanfaat yaitu ilmu yang tidak menimbulkan rasa takut kepada Allah.

Al-Junaid ra. ketika ditanya, “Apakah ilmu yang bermanfaat itu?” beliau menjawab

,“Ilmu yang dapat mengarahkanmu kepada Allah SWT, dan menjauhkan dari menurutkan hawa nafsu dan syahwatmu.”

Selasa, 19 Maret 2013

AL-GHAZALI : TEKA-TEKI


Suatu hari, Imam Al-Ghazali berkumpul dengan murid-muridnya lalu beliau bertanya (Teka Teki ) : 
Imam Ghazali= ‘ Apakah yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini ?
Murid 1 = ‘ Orang tua ‘
Murid 2 = ‘ Guru ‘
Murid 3 = ‘ Teman ‘
Murid 4 = ‘ Kaum kerabat ‘
Imam Ghazali = ‘ Semua jawapan itu benar. Tetapi yang paling dekat dengan kita ialah MATI. Sebab itu janji Allah bahawa setiap yang bernyawa pasti akan mati ( Surah Ali-Imran :185).
Imam Ghazali= ‘ Apa yang paling jauh dari kita di dunia ini ?’
Murid 1 = ‘ Negeri Cina ‘
Murid 2 = ‘ Bulan ‘
Murid 3 = ‘ Matahari ‘
Murid 4 = ‘ Bintang-bintang ‘
Iman Ghazali = ‘ Semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling benar adalah MASA LALU. Bagaimanapun kita, apapun kendaraan
kita, tetap kita tidak akan dapat kembali ke masa yang lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini, hari esok dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama’.
Iman Ghazali = ‘ Apa yang paling besar didunia ini ?’
Murid 1 = ‘ Gunung ‘
Murid 2 = ‘ Matahari ‘
Murid 3 = ‘ Bumi ‘
Imam Ghazali= ‘ Semua jawaban itu benar, tapi yang besar sekali adalah HAWA NAFSU (Surah Al A’raf: 179). Maka kita harus hati-hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu kita membawa ke neraka.’
IMAM GHAZALI’ Apa yang paling berat didunia? ‘
Murid 1 = ‘ Baja ‘
Murid 2 = ‘ Besi ‘
Murid 3 = ‘ Gajah ‘
Imam Ghazali= ‘ Semua itu benar, tapi yang paling berat adalah MEMEGANG AMANAH (Surah Al-Azab : 72 ). Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung dan malaikat semua tidak mampu ketika Allah SWT meminta mereka menjadi khalifah pemimpin) di dunia ini. Tetapi manusia dengan sombongnya berebut-rebut menyanggupi permintaan Allah SWT sehingga banyak manusia masuk ke neraka karena gagal memegang amanah.’
Imam Ghazali= ‘ Apa yang paling ringan di dunia ini ?’
Murid 1 = ‘ Kapas’
Murid 2 = ‘ Angin ‘
Murid 3 = ‘ Debu ‘
Murid 4 = ‘ Daun-daun’
Imam Ghazali= ‘ Semua jawaban kamu itu benar, tapi yang paling ringan sekali didunia ini adalah MENINGGALKAN SOLAT. Gara-gara pekerjaan kita atau urusan dunia, kita tinggalkan solat ‘
Imam Ghazali = ‘ Apa yang paling tajam sekali di dunia ini? ‘
Murid- Murid dengan serentak menjawab = ‘ Pedang ‘
Imam Ghazali= ‘ Itu benar, tapi yang paling tajam sekali didunia ini adalah LIDAH MANUSIA. Kerana melalui lidah, manusia dengan mudahnya menyakiti hati dan melukai perasaan saudaranya sendiri ‘

 
 
Blogger Templates