Social Icons

Tampilkan postingan dengan label Love. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Love. Tampilkan semua postingan

Senin, 15 April 2013

Skenario Pemilik Cerita


Sedang melihat orang tertawa, berlagak ramai di kalangan orang-orang tanpa bahasa. Ya, siapa sangka dialah orang yang selama ini cemburu buta. Apa iya, sebuah rindu tidak ada batasannya. Rasa itu mengalir, bukan karena disuruh untuk mengalir, bukan karena berjalan untuk dibimbing. Tapi dia sendiri yang mencoba menggerakkan ke semua penjuru mata angin. Berlenggak lenggok mencari celah untuk membuat enggan menatap. Siapa sangka jika pujian itu datang dan menerkam hebat tak terkendali. Sudahlah, ini hanya sebuah melo drama yang terjadi tak direncana. Mungkin Tuhan sedang memberi teguran keras pada siapa saja yang membuatnya geram. Namun juga Dia pasti sedang memberikan petunjuk bahwa sesuatu itu tak harus berdiri pada tempatnya. Dia membebaskan, tetap dalam aturan dan kuasa-Nya.

Skenario ini berjalan, menyapa setiap mata yang memandang. Haruskah tangisan itu terungkap di balik sebuah senyuman. Haruskah sikap mundur untuk memilih menyerah atas sebuah jawaban. Pikiran orang pasti sama, rasa-rasa itu sekongkol untuk merebut semuanya. Tak hanya mereka tetapi juga kita. Namun, waktu sedang menuntun untuk maju, membaca semua hikmah di balik semua peristiwa penting yang menggelitik kalbu pemain cerita. Tunggu saja saatnya nanti, semua akan terbaca jelas. Sekecil apa pun itu,serumit apa pun itu semua dan membuktikan bahwa Tuhan itu adil.

-AVIVATORU
16 April 2013

Minggu, 07 April 2013

Hujan...


Hai hujan, betah sekali kau menemani liburku minggu ini, tak bosan-bosannya mengguyurku. Tolong sampaikan pesanku kepada langit bahwa aku ingin membuat cerita hari ini.. Apa kau tidak ingin melihatku senang,kalau kau terus-teruskan menurunkan hujan, aku yakin kau  pasti kau akan terlihat indah ketika turut bahagia melihatku di sini. Ketika denting air yang  kau alirkan tak pecah seperti sekarang ini.

Hai hujan, kenapa kau masih terus mengguyurku? Sudahkan kau kirimkan pesanku pada sang langit yang megah? Kau tau aku sedang menunggu? Hampir 5 jam aku memandangimu. Ratusan menit aku mengagumimu. Melihat sapaan kekasih yang menemaniku menunggu redamu. Sebentar lagi aku bertemu.  Aku menggumu redamu. 

Taukah kau hujan. Aku ingin bersamanya malam ini. Kenapa kalian harus bersekutu untuk menghukumku. Kenapa kalian harus membuatku menjadi kesal seperti ini. Kenapa kesempatanku untuk memikatmu harus hilang karena pasukanmu.

Baiklah hujan, hari ini kamu menang. Mungkin jutaan bintang di sana tak mengijinkanku untuk menyapa. Mungkin lampion-lampion itu muram ketika aku mendatanginya. Baiklah hujan, biarkan aku duduk sebentar di sini. Menungguinya. Hujan dan langit memang sedang berkolaborasi indah, kalian mencoba membentengiku untuk melaju berseru pada jutaan bintang.

Kamu tau aku merasa kesal, aku dan sebuah penantianku bersama detik, mereka  tak ingin berhenti untuk berdetak. Bisa kau beyangkan berapa lama lagi aku harus menunggui redamu. Selama itulah aku mencoba meredam rindu untuk sang bintang.

Langit, kamu tau sekarang dia datang. Hujan, kamu tau sekarang dia kedinginan. Berusaha membuatku tegar akan semua tingkah nakalmu langit. Dia berusaha membuatku diam dengan semua butir-butirmu hujan yang menusuk kulit. Kan kuhabiskan malam indah ini untuk menghadap pada basahnya alam. Kucairkan suasana dengan cinta walaupun tiupan sendu kesedihan tergambarkan karena kegagalan.

Perlahan ku tersenyum, lihat dia langit. Dia sedang menemaniku sekarang. Aku tau kalian pasti merasa iri denganku. Kalian boleh bersatu untuk menggagalkan rencanaku tapi kalian tak akan pernah bisa mengagalkan kisahku. 

 
 
Blogger Templates