Social Icons

Senin, 01 Oktober 2012

Malam Untuk Bintang #2

Malam ini Cuacanya sangat mendukung, Serbuan kelip bintang membentuk barisan yang cukup rapi. Bulan pun tak mau kalah menghias awan gelap di lngit, dengan sinarnya dia membantu bintang bersinar terang. Dengan kostum panglimanya yang begitu gagah, bulan pun siap menemani Sofi dalam perjalanannya malam ini. Di luar asrama kebisingan kendaraan terdengar jelas menandakan keadaan kota masih sore. Hembusan angin itu menghembus lembut, menggoyangkan daun di taman asrama. Dengan dandanan rapi Sofi bersiap pergi bersama Azil.

--Sofi, aku udah di depan

       Pesan pendek dari Azil membuat Sofi bergegas keluar kamar. Sesosok pria tinggi, berswiter coklat sedang duduk di atas sepeda motornya. Wajahnya tak terlalu jelas, tersamarkan karena suasana yang mulai gelap.
      “Itu pasti Azil”, gumam Sofi sambil mendekati pria itu.
    “hai..”, Sapa Azil sambil menebar senyumnya. Menyambut Sofi turun dari persinggahannya tadi.
     “Hai juga, Kita mau kemana?”, sahut Sofi dengan memegang helm hitam kemudian memakainya.
     “Terserah kamu aja, aku sih ngikut fi hehe”, jawab Azil dengan tawa kecil.
     Sofi menaiki sepeda Azil dengan perlahan, menengok kanan kiri karena takut ketahuan oleh pihak asrama. Azil cepat-cepat menyalakan mesin motornya.
     “Sofi, kita mau kemana”, tanya Azil mencoba menghangatkan suasana.
     “Ke bukit  aja gimana?, aku belum pernah kesana”, jawabku dengan nada terbata-bata.
     Azil hanya membalas omongan Sofi dengan mengangguk, memperhatikan Sofi di balik kaca sepionnya dan tersenyum.

o0o

        Di perjalanan Sofi tak banyak bicara. Sesekali Azil yang mengajak Sofi buat berbicara. Dalam hati Sofi sekarang berkecamuk, memeberontak dahsyat, memikirkan bagaimana awang awang dan awang. 
 Tiba-tiba lamunan sofi dikagetkan oleh pesan masuk dari Awang.
--Sayang, kamu lagi sibuk ya?
Deg.... Sofi gugup, Sofi gemetar, Sofi takut. Dia begitu bingung bagaimana menjawab pertanyaan Awang, padahal sekarang bersama ia Azil. Sofi pun memasukkan kembali handphonenya ke dalam tas, mengacuhkan pesan dari Awang.
“Bulannya bagus ya Zil..”, mencoba mencairkan suasana dengan berbincang dengan Azil.
“Eh, iya Fi, indah...”, Azil terlihat kaget dengan pertanyaan Sofi.

>> Malam Untuk Bintang #3

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

 
 
Blogger Templates