Social Icons

Senin, 17 Desember 2012

Salah Paham 2

Bagaimana aku mencoba berpijak pada tempat yang tak salah
Dan aku pun mulai mendekat disaat jarak kita yang tak jauh
Kau pun mulai menatap dengan indah
Pancaran matamu yang membuatku lemah
Dan akhirnya aku pun mulai mengikuti alur jiwamu

Jarak hubungan antara Sofi dan Azil semakin menjauh, entah apa sebab dari masalah ini. Sofi pun tak tau harus bagaimana menyikapi sikap Azil yang seakan bungkam. Kebingungan yang dialami Sofi semakin menjadi-jadi ketika dia harus melihat perbincangan Azil dengan wanita lain di akun twitternya. Dia semakin bingung, bingung menghadapi seorang pria yang selama ini membuat hari-harinya berwarna. Tak tau lagi bagaimana cara mencairkan hubungan itu lagi, terlihat tegas membeku, tanpa sentuhan hangat dan sapaan manis antara mereka berdua.

“Apa aku sedang dipermainkan”, gumamnya.

Layar itu tak lagi menyala, kotak masuk itu tak lagi tertera nama Azil. Sudah sepekan ini Azil menghilang dari kehidupan Sofi, entah apa rencana Azil yang menjadikannya menjauh dari Sofi.
Seperti orang linglung, Sofi terus dan terus memeikirkan Azil. Sampai akhirnya dia harus memberankikan dirinya untuk memulai, mencoba mengubah keadaan. Mungkin dengan cara ini Sofi bisa mengembalikan sikap Azil yang dingin.

        Seperti hembusan angin, yang datang dan berlalu kemudia. Usaha Sofi untuk ramah pun tak sanggup mengetuk hati seorang Azil, begitu keras. Setiap ada kesempatan ia bisa berpapasan dengan Azil, Sofi selalu melakukan pendekatan-pendekatan lebih awal. Namun hanya balasan datar yang dapat Azil suguhkan. Sofi menangis, menangis bukan karena tak berhasil meluluhkan hati Azil dan membuatkan kembali seperti dulu.Tapi menangis, terlalu sulit baginya membaca sikap Azilyang begitu sulit dimengerti.

o0o

-- Azil aku punya salah ya sama kamu
Pesan singkat itu kembali dikirimkan Sofi ke nomor Azil, tak lama kemudian balasan itu pun datang, namun tetap saja sikap Azil yang begitu dingin.

--Nggak kok Sof, mungkin aku yang salah

Sofi, kenapa harus dia yang mencari. Kenapa harus dia yang memulai, kenapa harus dia dia dan dia yang melakukn semua ini. Hanya dipermainkan oleh seorang lelaki, dengan semua teka teki. Hanya bisa berdiri tanpa pijakan yang pasti. Keadaan dimana dia harus kehilangan cinta, dan sekarang menemukan orang yang mempermainkannya. Entah apa rahasia di balik ini semua. Sofi mencoba biasa, mungkin memang benar bahwa pria itu sulit untuk dibaca fikirannya.

Awalnya saya ragu dengan rasa anda
Dengan membaca embun yang menetes hebat
Memperhatikan gerakan angin yang begitu abstrak
Saya lebih ragu dengan rasa anda
Walau sapaan itu hanya diam
Dan meninggalkan kenangan
Sebuah parodi yang pernah anda pentaskan
Mencoba menggugah hati yang sedang mati kaku ini
Usaha anda yang lugu, serta cara anda merayu
Membuat saya terhibur walau hanya sejenak
Dan kemudian selasai
Meninggalkan sesuatu
Dan begitu sangat membekas
Anda sedang pergi meninggalkan ruangan kosong
Dan saya merasa semakin ragu
Ragu tentang anda, tentang rasa anda
Baiklah...
Saya menyerah
Menyerah untuk menyeru anda beserta rasa anda
Biarkan saya biarkan hanyut
bersama aliran air
Dan saya juga pergi untuk memikul angan
Tentang rasa yang pernah anda tawarkan
Yang menurut saya begitu meragukan
Anda memang seorang pemain sirkus
             Bernyawa tapi hanya mempunyai bayangan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

 
 
Blogger Templates