Social Icons

Rabu, 12 Desember 2012

Berawal Dari Sini

Sekarang hanya sendiri, Awang yang telah pergi. Mungkin benar ketika hati Sofi sedang terluka. Membiarkan kekasih hati meninggalkannya sendiri. Tanpa cinta, Sofi hanyut dalam perasaan rindunya. Menerawang halus dalam sebuah bayangan berawan, dan sangat kelam. Bayangan kosong, mencotohkan tentang masa lalu yang telah hilang. Setelah putus cinta itu Sofi seperti orang tak berdaya, hari-harinya hanya menyendiri. Membiarkan matanya membajir hebat akan sebuah air mata penyesalan. Sekarang, Sofi hanya bisa melepanya secara ikhlas, mungkin ini memang jalan Tuhan. 

Menyaksikan sebuah episode cinta. Memulai dan berkahir dengan sendirinya. Itu pasti.

 o0o

Tak biasanya Azil membuat janji mendadak dengan Sofi. Malam itu mereka bertemu di tengah hujan turun yang begitu deras, sederas hati Sofi sedang kalut di waktu itu. Taman asrama tak lepas dari serbuan pasukan air hujan yang mengguyur asrama.

--Sofi,aku udah di depan. Cepat keluar ya

Bergegas Sofi membuka pintu kamarnya, keluar melewati lorong asrama yang bersuhu dingin. Percikan lautan air yang membasahi dinding-dinding asrama. Sofi menemukan sesosok Azil, terlihat kedinginan di seberang jalan. Mencoba mendekatinya dan mengerutkan dahi, mengajaknya duduk di bangku taman itu lagi. Hujan ternyata belum bisa pergi, tetap memperhatikan mereka berdua dengan tetesan gerimis yang jumlahnya tak terhingga.

“Ada apa zil, tumben gak janjian dulu tadi siang?”. Pertanyaan itu langsung dilontarkan sofi dengan spontan.
“Mau minta tolong bungkusin ini dong, hehe”, sambil mengeluarkan bungkusan kantong plastik yang ukurannya begitu besar itu Azil, meletakkannya di depan Sofi.

Sofi hanya tersenyum menjawab permintaan Azil, kemudian pergi ke dalam asrama mengambil lem dan gunting. Tak banyak obrolan yang mereka lakukan di malam itu, hanya Sofi yang sibuk dengan kadonya dan Azil memperhatikannya. Hanya sesekali mereka bertanya dengan pertanyaan garing, untuk menghangatkan suasana.

“Azil, mungkin untuk beberapa hari ke depan aku gak pegang hp”, Sofi mengawali perbincangan itu lagi. Meletakkan bungkusan kado yang sudah jadi itu di meja samping Azil.

Dengan mengerutkan dahi, Azil hanya menatap Sofi dengan tatapan tanpa ekspresi. Sofi melanjutkan penjelasan omongannya tentang itu panjang lebar kepada Azil. Azil hanya mengangguk, menanggapinya dengan bahasa standar.

o0o

          “Makasih ya”, Azil beranjak dari bangku itu dan pamit pulang.
          Mencoba menghela nafas Sofi, mengantar Azil sampai depan gerbang. Senyuman pun tak lupa Azil haturkan dengan sopan di hadapan Sofi. Dengan balasan senyuman sederhana itu Sofi membalikkan badan setelah bayangan Azil menghilang. Malam itu memang terasa aneh, sedikit mengganjal pada hati Sofi. Pasti ada sesuatu hal yang akan terjadi (gumamnya).

>>Sempat Kehilangan Jejakmu

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

 
 
Blogger Templates