Social Icons

Selasa, 16 April 2013

Kosong


       Kosong, memandang kosong tanpa lukisan indah di mata. Kenapa harus kau diamkan, kenapa kau tak mulai bertanya. Siapa yang berani berbicara lebih awal, jika dialog itu hanya dihadapkan pada patung hidup tak ingin menyapa. Biasakan gerakanmu untuk memulai, walau aku kadang tak tanggap. Tapi kau tetap bertahan pada egoismu.
Iya kosong dan hanya kosong , kosong yang diam. Kosong yang tak ingin berarti, kosong yang tak mengerti arti. Kosong yang tak ingin diartikan, kosong yang musnah. Kosong yang tak ingin dianggap. Kosong yang lemah, kosong yang mudah sirna.
Lamunanmu buta, lamunanmu tak berada. Jiwamu melayang entah kemana. Mengejar arah yang tak pernah mengarah. Hah, sudahlah. Lelah jikalau aku harus menghadapimu.
Kosong dan kosong, kosong berangan-angan. Kosong karena sebuah pencitraan. Kosong karena ingin dimengerti. Kosong karena ingin enyah. Apakah dirimu paham, akan getaran yang bergelombang. Apakah kau paham akan fikiran yang mencoba memikirkan. Ah sudahlah, lelah jikalau aku harus melihatmu dengan pandangan kosong.
Kamu pun berlari-lari, memanggilmu tiada henti. Tapi kamu sedang kosong dan aku tak ingin berhenti. Ku ingin terus berlari. Melawan arus angin yang ingin membuatku terhenti. Kau tetap berlari mengepakkan sayapmu dan ingin terbang tinggi. Mencoba melewatiku, mencoba menangkapku. Dan seketika itu aku harus, aku terpaksa untuk berhenti.
Tetaplah kau sedang kosong, kosong tanpa bicara. Kosong tanpa bicara. Kosong dan tetap kosong ketika aku sudah mulai berada dekat denganmu. Ah sudahlah, aku lelah dengan semua gaya kesombonganmu. Kau bagaikan angin malam, yang hanya bisa membuat semua hal dingin, beku dan mati. Mencoba biasa saja. Karena Kau tetap kosong. Kenyataanya kau tetaplah kosong. Bersenang-senanglah dengan kekosonganmu.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

 
 
Blogger Templates