Social Icons

Rabu, 27 Maret 2013

About "Dow Chemical "

   Tugas SPK in english membuat saya tau siapakah Dow Chemical itu.
 

     Di manakah ruang kelas terbesar di jagat ini?  Ternyata, bukan di universitas ternama macam Harvard,  Oxford,  Cambridge ataupun MIT, melainkan justru pada salah satu pelaku bisnis bahan dasar industri (khususnya kimia dan plastik), yakni Dow Chemical. 

    Anda boleh saja skeptis, tapi fakta tersebut tak dapat disangkal.  Lewat fasilitas pelatihannya itu, perusahaan beromset tahunan sekitar US$ 28 miliar ini sudah melaksanakan lebih dari 1 juta  jam pelatihan reguler yang dibutuhkan oleh sekitar 60 ribu pengguna (baik karyawan maupun pihak kontraktor) dari seluruh dunia.  Ketika  diluncurkan pada Januari 1999,  hanya 15 tema kursus yang ditawarkan.  Hingga akhir tahun pertamanya fasilitas pelatihan ini telah menyediakan 98 judul kursus/pelatihan, dan menyelesaikan 24.492  kursus (course completion).  Kapasitasnya terus meningkat, selama tahun 2000 menyediakan  462 tema/jenis  kursus, menyelenggarakan  208.464 kursus, dan tahun 2001 menawarkan sekitar 500 jenis kursus,  dengan menyelenggarakan 370 ribu kursus.

     Tema kursus amat beragam — akuntansi biaya, etika bisnis, hingga bagaimana menangani bahan kimia dan bahan berbahaya lainnya.  Bahasa pengantar kursus pun meliputi: bahasa Inggris, Jerman, Prancis, Belanda, Spanyol, Italia, Portugis,  hingga beberapa materi tersedia dalam bahasa Cina, Jepang, Thailand  dan Indonesia. 

     Bagaimana mungkin Dow (beralamat website  www.dow.com) yang memiliki bisnis inti bahan kimia, plastik dan sarana pertanian ini mampu melakukannya?   Pasalnya, organisasi global mana pun akan merasa berat dan kemahalan untuk melaksanakannya.  Memang, kelas yang dimaksud bukanlah ruang kelas  konvensional.  Dow  bisa melakukannya dengan meluncurkan sistem pelatihan berbasis Web bernama Learn@dow.now.


     Pendorong utama Dow menyediakan sistem pembelajaran online adalah perubahan kultural yang  cukup signifikan di tubuh perusahaan raksasa bahan kimia ini.   Pada 1995,  kalangan eksekutif Dow menginginkan perusahaan yang lebih berkarakter sebagai perusahaan global.  Artinya, perusahaan harus diorganisasi sedemikian rupa, sehingga proses bisnis yang diterapkan di  kantor/cabang Dow di Kairo (Mesir), misalnya,  sama dengan yang terjadi di Horgen (Swiss)  ataupun kantor pusat di  Midland (Michigan, AS). 
Karena itu, proses pengelolaan SDM seperti pelatihan pun harus ikut diubah.  Dow — perusahaan yang melayani pelanggan dari 170 lebih negara –  menganggap langkah ini termasuk perubahan cukup besar, dan perlu memanfaatkan TI dalam transformasinya.  Untuk mendukungnya sebagai entitas global, David E. Keppler, CIO Dow,  memutuskan menginstal sistem manajemen SDM (HR management system) PeopleSoft 7 pada 1996.  Tahun berikutnya, tim TI Dow bergabung dengan tim SDM Dow mengembangkan sistem manajemen SDM berbasis  intranet yang disebut People Success  Finder (PSF).  Sistem ini menawarkan para karyawan Dow akses mengenai informasi karier,  sumber daya pelatihan,  angka-angka kompensasi, dan peluang kerja/jabatan.  Selanjutnya, pada  Januari 1999, tercakup dalam PSF, Dow meluncurkan Learn@dow.now untuk bisa menyediakan layanan pelatihan online yang terstandardisasi.  Untuk aplikasinya, Dow menggunakan aplikasi e-Learning suite bernama TopClass dari WBT Systems (beralamat Internet www.wbtsystems.com).  

     Toh, fasilitas Learn@dow.now ini tidak serta-merta sukses.  Maka, setelah Tim Global Training meluncurkannya, para karyawan diinstruksikan untuk mengambil kursus — via sistem belajar online ini juga –  bagaimana menggunakan sistem online ini.  ?Kami salah, sempat berpikir bahwa sistem ini mudah digunakan,? ujar Lyn Hamilton,  Ketua Tim Global Learning  Dow yang berbasis di Dalton, Georgia.  Bukan itu saja, Dow juga menyelenggarakan demonstrasi Learn@dow.now di kelas, dan menerbitkan manual praktis untuk karyawan.  

     Tahun 2000, Dow memecat 61 karyawannya dan menerapkan disiplin yang sedikit lebih ketat.  Bill Stavropoulos, CEO Dow ketika itu, lantas memerintahkan 40 ribu karyawan Dow di 70 negara mengikuti 6 jam pelatihan mengenai respek dan tanggung jawab di tempat kerja.  Dalam periode Oktober 2000- Februari  2001, 40 ribu lebih pegawai Dow yang  berhasil menyelesaikan kursus dua jam pengantar dan empat jam kuliah di kelas menggunakan bahasa asli mereka.  

     Hasilnya, selain Dow bisa menjawab kebutuhan organisasi meningkatkan tanggung jawab, pengetahuan dan keterampilan karyawan, efek sampingnya Dow juga memperoleh manfaat berupa penghematan biaya pelatihan karyawan.  Diperhitungkan selama proses dalam periode tersebut, Dow berhasil menghemat biaya hingga US$ 2,7 juta — berasal dari penghematan senilai US$ 1 juta dari penyediaan handout kursus,  US$ 1,2 juta dari penghematan gaji (berkat waktu pelatihan yang jauh lebih pendek), US$ 300 ribu dari penyediaan fasilitas ruang kelas dan tenaga pelatih, serta US$ 162 ribu dari pencatatan kelas yang biasanya dilakukan secara manual.  ?Yang kami temukan dalam banyak kasus, ini jauh lebih efektif dan murah,? kata Larry Washington, VP Dow bidang kesehatan-keselamatan, SDM dan public affairs yang telah bekerja 32 tahun di perusahaan ini. 

     Masih ada benefit lain yang dipetik Dow.  Sistem belajar online ini ternyata juga membantu proses merger dan akuisisi, karena mempercepat proses asimilasi karyawan baru.  Karyawan pabrik yang akan bergabung dengan Dow memang diwajibkan menyelesaikan kursus disiplin operasional yang meliputi tiga bagian.  Sebanyak 11 ribu orang telah menyelesaikan kursus yang dimaksud, dan umumnya berhasil menyelesaikan 30% lebih cepat dibanding waktu yang dibutuhkan dalam kelas konvensional.  Dari proses ini diperkirakan Dow berhasil menghemat biaya US$ 2 juta.

     Khusus mengenai kesehatan  dan keselamatan kerja (K3),   hingga awal 2002, sebanyak 27 ribu karyawan telah menyelesaikan kursus.  Penghematan biaya yang dicapai sekitar US$ 6 juta.  Hasil lainnya, angka kecelakaan kerja pun bisa diturunkan, kendati pertumbuhan karyawan Dow mencapai 25%.  

     Hingga awal 2002, Dow telah mengeluarkan dana US$ 1,3 juta untuk mengembangkan e-learning.  Hasilnya luar biasa.  Setahun pertama operasionalnya, manfaat total yang berhasil dipetik berkat Learn@dow.now ini diperkirakan mencapai US$ 30 juta.  Angka ini berasal dari penghematan senilai US$ 845 ribu dari record-keeping,  US$ 3,1 juta dari delivery cost pelatihan,  US$ 5,2 juta dari material kelas,  dan US$ 20,8 juta dari biaya gaji (lantaran pelatihan online ini 40%-60% waktu lebih sedikit dibanding kelas konvensional). 
Tak heranlah, kemudian e-learning Dow diganjar penghargaan  EnterpriseValue Award dari sebuah media ternama.  ?Yang membuat mereka menang adalah skala sistemnya,? ujar John Glaser, CIO Partners HealthCare System di Boston, salah seorang jurinya.  ?Jumlah kelas yang ditawarkan dan jumlah orang yang telah dilatihnya luar biasa.  Ini menunjukkan fokus dan komitmen Dow untuk membangun angkatan kerja global,? lanjutnya.  

     Sekarang, Learn@dow.now bisa dibilang salah satu e-learning mapan yang menawarkan ratusan tema kursus/pelatihan dalam berbagai bahasa pengantar.  Sistemnya pun tergolong matang.  Misalnya, sebagian besar kelas/kursus yang dibukanya, mengadakan post-test guna menentukan sudahkah peserta pelatihan menguasai materi yang diberikan guna memperoleh sertifikasi.   Sistem ini pun terhubung dengna sistem yang lebih besar, yakni sistem pengelolaan SDM (disebut HRMS).  Tatkala seorang karyawan telah menyelesaikan sebuah kursus, catatan kelulusan secara otomatis terkirim ke file pelatihan permanen di HRMS berbasis PeopleSoft 7.  ?Ini memang hal penting guna melihat sudahkah sistem e-learning yang dijalankan sesuai dengan misi global perusahaan,? komentar  Katherine Jones, Direktur Pengelola Grup Aberdeen.  

     Para karyawan pun tampaknya senang dengan fleksibilitas dan kenyamanan yang ditawarkan.  ?Saya tidak mesti menghabiskan waktu sepanjang siang di ruang kelas,? ujar Kellie Rogge, staf di bidang komunikasi bisnis,  yang baru bergabung dua tahun dengan Dow dan telah menyelesaikan beberapa kursus, termasuk kursus populer Six Sigma.

     Kalau pun ada kekurangan, yakni susahnya membangun konsentrasi di lingkungan kerja. ?Terkadang memang sulit konsentrasi di bilik Anda, sementara di sekitar Anda terjadi berbagai aktivitas,? ujar Heather Dudley, yang berkarier di unit Global Purchasing Marine pada Maret 2001, telah mengambil kursus software seperti Microsoft Excel dan PowerPoint. 

     Mungkin karena alasan itu pula, Dow juga menyediakan fungsi course originator.  Mereka inilah yang memberi penilaian efektif-tidaknya suatu jenis kursus untuk diselenggarakan secara online. Saat ini, misalnya, kursus penggunaan software dirancang 100% via Internet,  sedangkan kursus kepemimpinan dinilai lebih bermanfaat jika ada pengalaman belajar di ruang kelas (meskipun menggunakan fasilitas online).  Selain itu, Dow juga menawarkan tes pra dan pasca assessment jenis kursus seperti mengemudi aman, tata cara pembelian, kinerja berbasis perilaku, orientasi karyawan baru, dan sebagainya.  ?Kami menggunakan teknologi terbaik untuk mendesain dan menyediakan informasi penting bagi orang-orang kami di seluruh dunia,? ujar David Wilkin, salah seorang direktur Dow.  

     Aplikasi TopClass menyediakan kami perangkat yang mempermudah menciptakan, mengembangkan dan mengelola program e-learning kami yang kompleks, dan untuk jumlah pengguna yang besar,? ujar Jon Walker, HR IT Global Leader Dow.   Keterbukaan aplikasi ini, menurut Walker, juga memudahkan Dow mengintegrasikannya dengan infrastruktur yang sudah ada seperti sistem HRMS berbasis PeopleSoft versi 7.  ?Kami juga jadi bisa fleksibel: membeli konten pelatihan yang sudah ada di pasar, membangun secara in-house, atau memesan konten yang spesifik untuk Dow dari pihak ketiga,? ungkapnya.  ?Inilah satu-satunya cara kami melatih sekian banyak orang dalam waktu singkat. Ruang kelas biasa bukan lagi pilihan,? katanya dengan mantap.

Ref : http://swa.co.id

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

 
 
Blogger Templates